Postingan

struktur modal dalam keuangan syariah

                                  STRUKTUR MODAL DALAM KEUANGAN SYARIAH        Menurut Zainal Arifin, modal adalah sesuatu yang mewakili kepentingan pemilik dalam suatu perusahaan. Modal juga merupakan kekayaan bersih yaitu selisih antara nilai buku dari aktiva dikurangi dengan nilai buku dari kewajiban. Modal bank mempunyai funsi, diantaranya : 1.       Sebagai penyangga untuk menyerap kerugian operasional dan kerugian lainnya. Dlam hal ini modal memberikan perlindungan terhadap kegagalan atau kerugian bank dan perlndungan terhadap deposan. 2.       Sebagai dasar bagi penetapan batas maksimum pemberian kredit. 3.       Modal menjadi dasar perhitungan bagi para partisipan pasar untuk mengevaluasi tingkat ke...

Kebijakan Dividen Dalam Keuangan Syariah

Kebijakan Dividen dalam Keuangan Syariah             Kebijakan merupakan suatu langkah atau cara dalam meminimalisir suatu masalah. Dividen merupakan suatu pembagian laba atau keuntungan dari perusahaan kepada pemegang saham.   Syariah merupakan ketentuan islam. Jadi, kebijakan dividen syariah   merupakan suatu kebijakan dalam pembagian laba yang sesuai dengan ketentuan islam yang dilakukan dari perusahaan kepada pemegang saham. Dari seluruh laba yang diperoleh yang diperoleh perusahaan sebagian dibagikan kepada pemegang saham berupa dividen. Mengenai penentuan besarnya dividen ditentukan merupakan suatu kebijakan dividen dari pemimpin perusahaan.             Faktor- faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen, diantaranya : 1.       Undang-Undang Terkait peraturan pemerintah yang menekankan kepada peraturan laba bersih, larangan p...

Penilaian Rencana Investasi Syariah

Penilaian Rencana Investai Syariah             Investasi adalah segala sesuatu yang bertujuan untuk mengembangkan harta yang dimiliki. Dalam perspektif islam, investasi dengan kegiatan ekonomi yang berbasis mudharabah. Dimana, kegiatan invesasi dilakukan oleh pemilik modal ( shahibul maal ) kepada pelaku usaha ( mudharib).   Dalam aktivitasnya investasi mengandung hal-hal sebagai berikut : 1.       Tujuan atau kebutuhan yang spesifik. 2.       Terukur jumlah dana yang dibutuhkan. 3.       Jelas angka waktunya. 4.       Alternatif instrument investasi. 5.       Strategi untuk mencapai investasi tersebut. Metode investible surplus telah diusulkan untuk dicoba dan dimodifikasi oleh organisasi yang beroprasi dengan basis syariah. ISM merupakan metode yang mempertimbangkan waktu ketika invest...

Manajemen Persediaan Dalam Keuangan Syariah

Manajemen Persediaan Dalam Perspektif Keuangan Syariah             Persediaan dalam sebuah perusahaan merupakan sebuah aset atau sumber daya yang sangat penting, karena persediaan juga menentukan operasional perusahaan tersebut dalam mendukung proses produksinya. Setiap perusahaan apapun jenis perusahaan, pasti membutuhkan sebuah persediaan dalam aktivitasnya. Tanpa adanya persediaan, perusahaan akan dihadapkan pada resiko kekurrangan produk yang terjadi pada saat proses produksinya, hal yang demikian akan menurunkan permintaan pelanggan menurun. Oleh karena itu, pengendalian dalam sebuah perusahaan terlebih pengendalian persediaan sangat berguna terlebih untuk merangkai sebuah kebijakan yang ditujukan guna menetukan tingkat persediaan yang harus dijaga karena permintaan pelanggan akan barang tidak dapat kita ketahui jumlahnya, dengan itu persediaan harus tetap di lakukan.         ...

Kebijakan Modal Kerja dalam Keuangan Syariah

  Kebijakan Modal Kerja Dalam Keuangan Syariah Modal kerja adalah seluruh aset yang dibutuhkan untuk menentukan keberlanjutan suat perusahaan dalam menjalankan operasionalnnya. Kebijakan modal kerja akan melihat  trade-off  antara risiko dan  return (tingkat keuntungan). Secara spesifik, modal kerja pada umumnya mempunyai tingkat keuntungan yang lebih rendah dibandingkan dengan investasi aktiva tetap. Karena itu modal kerja yang kecil akan lebih menguntungkan perusahaan. Sebaliknya, modal kerja yang terlalu kecil akan menaikkan risiko perusahaan (khususnya risiko likuiditas). Dari sudut pandang risiko, modal kerja yang lebih tinggi akan menguntungkan perusahaan, karena risiko menjadi lebih rendah. Alasan mendasar pentingnya modal kerja adalah karena urgensi modal kerja bagi perusahaan dilatarbelakangi oleh ketidaksempurnaan pasar. Beberapa kondisi ketidaksempurnaan yang membuat keputusan modal kerja menjadi penting karena: 1. Biaya transaksi mencakup dua je...

Review Film Bagaimana Dajjal Menguasai Sistem Keuangan

Problematika Sistem Keuangan           Awalnya Bank Nasional, dibentuk atas dasar ersetujuan rakyat. Mereka sendiri bingung apa itu bank. Makanya bank adalah sebuah keterasingan bagi mereka dan menimbulkan tanda tanya. Pertama, terdapat banyak masyarakat yang datang menyetor uang di tempat yang aman yaitu bank. Namun dengan saat yang bersamaan masyarakat juga memiliki tujuan untuk meminjam uang kepada bank tersebut. Oleh karena itu, seiring bergilirnya waktu hal yang demikian menimbulkan sebuah konsep bunga. Dari menyusun rancangan bunga inilah, bank memunculkan sebuah prinsip bahwa “semakin banyak yang meminjam uang maka semakin banyak bunga yang ditanggung masyarakat, dan kemudian uang yang didapat bank juga semakin meningkat.” Penawaran pinjaman oleh bank terhadap masyarakat semakin menjuru, bahkan memberikan dalam bentuk pinjaman yang beresiko, dan dari sinilah muncul sebuah istilah kartu kredit.      ...

Mekanisme Keuangan Syariah Berbasis Bagi Hasil

Mekanisme Keuangan Syariah Berbasis Bagi Hasil           Hal yang paling mendasar antara perbankan syariah dengan perbankan konvensional adalah persoalan mekanisme dalam sistem transaksinya. Dimana dalam sebuah perbankan syariah adalah penggunaan mekanisme bagi hasil sedangkan perbankan konvensional adalah mekanisme dengan prinsip bunga. Sistem ekonomi islam, melarang dengan jelas tentang prinsip riba didalam setiap kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, dalam perbankan syariah lebih menekankan sebuah mekanisme bagi hasil yang dinilai jauh lebih baik daripada penggunaan mekanisme bunga atau riba.         Bagi hasil merupakan suatu sistem pengelolaan dana dalam perekonomian Islam yakni pembagian hasil usaha antara pemilik dana (shahibul mal) dan pengelola (mudharib). Secara umum prinsip bagi hasil dalam perbankan syariah dibagi menjadi lima aad, yakni : syirkah a’mal, syirkah mudharabah, syirkah wujuh, ...